Pengujian kolom pilih negara sering berhenti pada satu pertanyaan: apakah semua negara ada di dalam daftar. Padahal kegagalan yang paling sering dilaporkan pengguna bukan tentang isi daftar, melainkan tentang cara menemukan satu negara di dalamnya.
Halaman ini membahas empat hal yang layak diuji pada kolom pilihan negara, yaitu pencarian, urutan, papan tombol, dan bentuk daftar, beserta cara menyusun kasus ujinya.
Kenapa kolom pilih negara lebih rumit dari yang terlihat?
Masalahnya bukan panjang daftar, melainkan kenyataan bahwa satu negara bisa ditulis dengan beberapa cara. Nama resmi, nama pendek, singkatan, dan ejaan dalam bahasa pengguna semuanya merujuk pada negara yang sama, sementara nilai yang disimpan hanya boleh satu.
Pada saat yang sama, daftar ini jarang dibuat sekali lalu selesai. Negara berganti nama, wilayah bergabung atau memisahkan diri, dan daftar yang dipakai aplikasi perlu diperbarui. Setiap pembaruan berpotensi memindahkan posisi sebuah negara di dalam daftar, dan perpindahan itu harus diuji.
Karena itu kolom pilih negara lebih tepat diperlakukan sebagai fitur pencarian, bukan sebagai daftar statis. Pertanyaan ujinya berubah dari apakah negaranya ada menjadi seberapa cepat dan seberapa pasti pengguna bisa menemukannya.
Pencarian harus tahan terhadap ejaan yang berbeda
Kasus pertama yang perlu diuji adalah pencarian dengan ejaan yang tidak tepat. Pengguna sering mengetik tanpa memperhatikan tanda diakritik, menyingkat kata, atau mengetikkan sebagian nama saja. Pencarian yang hanya cocok saat ejaan ditulis persis akan terasa rusak bagi pengguna.
Kasus kedua adalah pencarian dengan singkatan dan alias. Banyak orang mengenal sebuah negara dari singkatan yang lazim di tempatnya, dan pencarian yang mengabaikan singkatan akan memaksa pengguna menggulir daftar. Bila alias diaktifkan, uji juga apakah alias itu hanya membantu pencarian atau ikut terlihat sebagai pilihan ganda.
Kasus ketiga adalah pencarian dengan aksara atau transliterasi yang berbeda. Nama yang sama bisa ditulis dengan beberapa sistem penulisan, dan pengguna berhak menemukan negaranya tanpa harus tahu sistem mana yang dipakai aplikasi. Uji paling sedikit dua bentuk penulisan dari nama yang sama dan pastikan keduanya menuju satu pilihan.
Kasus keempat adalah hasil yang kosong. Ketika pencarian tidak menemukan apa pun, pesan yang muncul harus menjelaskan langkah berikutnya, bukan hanya menyatakan tidak ada hasil. Kolom yang menampilkan hasil kosong tanpa jalan keluar akan membuat pengguna menganggap negaranya tidak dilayani.
Urutan daftar menentukan siapa yang menemukan negaranya lebih dulu
Daftar yang diurutkan menurut abjad nama yang diterjemahkan tampak paling adil, tetapi tidak selalu paling berguna. Banyak produk menaikkan beberapa negara ke bagian atas daftar berdasarkan keputusan bisnis, misalnya negara tempat layanan baru dibuka.
Keputusan itu sah selama tiga hal dipastikan. Pertama, negara yang dinaikkan tidak boleh muncul dua kali, sekali di atas dan sekali di posisi abjadnya. Kedua, semua negara lain harus tetap bisa dijangkau dengan cara yang wajar. Ketiga, urutan tampilan tidak boleh memengaruhi nilai yang tersimpan.
Hal terakhir itu yang paling sering lolos dari pengujian. Bila nilai tersimpan mengikuti posisi, maka menambahkan satu negara ke bagian atas daftar akan menggeser arti data lama. Uji dengan memilih sebuah negara, menambahkan negara baru ke daftar prioritas, lalu memastikan nilai yang tersimpan untuk pilihan lama tidak berubah.
Uji juga urutan ketika daftar dibuka dalam bahasa yang berbeda. Urutan menurut abjad bisa berubah antar bahasa, dan perubahan itu wajar. Yang tidak wajar adalah bila negara yang dinaikkan ke atas ikut berubah tanpa keputusan, karena urutan yang berubah sendiri akan sulit dijelaskan kepada tim dukungan.
Papan tombol dan pembaca layar: kasus yang paling sering terlewat
Kolom pilihan yang hanya bisa dipakai dengan tetikus akan menutup akses bagi sebagian pengguna, dan sekaligus memperlambat pengguna yang terbiasa bekerja dengan papan tombol.
Yang perlu dipastikan dapat dilakukan tanpa menyentuh tetikus: membuka daftar, berpindah antar pilihan, memilih satu nilai, menutup daftar tanpa memilih, dan melompat ke pilihan pertama yang diawali huruf tertentu. Uji juga perilaku papan tombol saat daftar terbuka, karena di banyak kerangka kerja masalah muncul justru ketika fokus berpindah keluar dari daftar.
Untuk pembaca layar, uji apakah nama negara yang diumumkan adalah nama yang dipahami pengguna, dan apakah jumlah hasil pencarian diumumkan ketika daftar menyusut. Perubahan jumlah hasil yang tidak diumumkan membuat pengguna tidak tahu bahwa pencariannya bekerja.
Uji juga kolom yang menampilkan kode wilayah di samping nama. Bila pembaca layar mengeja kode itu huruf per huruf sebelum nama negara, urutan pengumumannya perlu diperiksa, karena mendengar kode lebih dulu membuat pengguna harus menunggu lebih lama untuk hal yang paling ia butuhkan.
Daftar panjang atau daftar bertingkat?
Membagi daftar menurut wilayah membuat daftar utama lebih pendek, tetapi menambah satu langkah bagi setiap pengguna. Keputusan ini lebih baik diambil setelah menguji dua versi dengan tugas yang sama, bukan setelah melihat jumlah negara di dalam daftar.
Bila daftar bertingkat dipakai, uji khusus dua hal. Pertama, apakah wilayah dependen dan kawasan dengan status khusus ditempatkan pada tempat yang bisa ditebak. Kedua, apakah ada negara yang tidak masuk kelompok mana pun sehingga menjadi tidak terjangkau.
Terkadang muncul jalan tengah berupa daftar tunggal dengan pencarian yang kuat. Cara ini biasanya lebih mudah diuji, karena hanya ada satu jalur untuk menemukan negara, tetapi keunggulannya hilang bila pencariannya lambat sehingga pengguna lebih memilih menggulir.
| Bentuk daftar | Keunggulan | Risiko yang perlu diuji |
|---|---|---|
| Daftar tunggal berurut abjad | Satu jalur untuk semua pengguna dan mudah diuji | Pengguna menggulir jauh bila pencariannya lemah |
| Daftar tunggal dengan pencarian kuat | Tetap ringkas dan cepat dipakai | Sangat bergantung pada mutu pencarian dan ejaan yang diterima |
| Daftar bertingkat menurut wilayah | Daftar utama lebih pendek dan lebih rapi | Negara yang tidak masuk kelompok mana pun menjadi tidak terjangkau |
Cara menyusun kasus uji untuk kolom pilihan
Susun kasus uji dari daftar perilaku, bukan dari daftar negara. Untuk setiap perilaku, pilih dua negara sebagai contoh: satu yang mudah ditemukan dan satu yang sering menimbulkan keluhan, misalnya negara yang namanya sering ditulis berbeda.
Perilaku pencarian dan perilaku penyimpanan nilai sebaiknya diuji dengan data yang sama, supaya terlihat bila pencarian menghasilkan pilihan yang benar tetapi menyimpan nilai yang salah. Kasus seperti itu jarang terdeteksi dari pengujian pencarian saja.
Simpan catatan negara contoh yang dipakai pada setiap perilaku, karena negara contoh itu perlu ditinjau ulang ketika daftar negara bertambah. Daftar contoh yang tidak pernah diperbarui akan membuat pengujian menguji hal yang sudah tidak relevan.
Catatan untuk pengembang: pisahkan daftar tampilan dari nilai tersimpan
Simpan nilai tersimpan sebagai kode negara yang stabil, dan simpan nama tampilan sebagai sesuatu yang bisa berubah. Dengan pemisahan itu, penggantian nama tampilan tidak menyentuh data yang sudah tersimpan sama sekali.
Urutan dan pengelompokan daftar sebaiknya dibaca dari data konfigurasi, bukan dituliskan di dalam program. Penambahan negara ke bagian atas daftar adalah keputusan bisnis yang berubah beberapa kali; mengubahnya seharusnya tidak memerlukan perubahan program.
Jangan menggabungkan daftar tampilan milik formulir dengan daftar negara yang dipakai pemeriksaan data. Keduanya memiliki kebutuhan berbeda, dan menyatukannya akan membuat perubahan tampilan berisiko mengubah aturan pemeriksaan.
Hubungan antara bahasa antarmuka dan wilayah data dijelaskan di panduan negara dan bahasa itu berbeda, karena daftar yang diterjemahkan tetap harus menyimpan kode wilayah yang sama. Untuk formulir yang memuat lebih dari satu negara, misalnya pada alamat pengiriman dan penagihan, lihat panduan skenario alamat lintas negara.
Daftar negara, singkatan, dan varian nama yang dipakai sebagai contoh di halaman ini adalah data sintetis buatan untuk keperluan pengujian, bukan daftar resmi negara mana pun, dan tidak menggambarkan perilaku sistem yang sesungguhnya.
Langkah berikutnya
Ambil satu formulir yang Anda miliki, lalu coba temukan satu negara tanpa menyentuh tetikus sama sekali. Sebagai bahan pembanding, direktori negara dan wilayah memuat daftar negara yang bisa dipakai untuk memeriksa apakah setiap negara di sana dapat ditemukan di kolom pilihan Anda, misalnya negara Singapura.