Format alamat internasional bukan satu pola yang bisa dipakai untuk semua negara, melainkan kumpulan kebiasaan yang berbeda-beda. Ada negara yang menulis dari wilayah besar ke kecil, ada yang sebaliknya, dan ada yang menaruh kode pos di baris berbeda. Aplikasi yang menganggap semua alamat punya bentuk yang sama akan tampil janggal begitu penggunanya datang dari luar negeri.
Halaman ini membahas urutan penulisan, perbedaan istilah antarnegara, pengaruh bahasa dan aksara, lalu ditutup dengan catatan praktis tentang merancang kolom alamat yang tidak terikat pada satu negara.
Mengapa urutan penulisan alamat berbeda
Urutan alamat mengikuti kebiasaan bahasa dan sejarah administrasi setempat. Di Jepang, Tiongkok, Korea, dan Taiwan, alamat tradisional dimulai dari cakupan terluas lalu menyempit sampai nomor bangunan. Di Amerika Serikat, Inggris, dan sebagian besar Eropa daratan, urutannya dibalik: nomor rumah dan nama jalan lebih dulu, baru kota dan wilayah yang lebih luas.
Bagi surat, perbedaan ini tidak menjadi masalah karena petugas pos membaca sesuai kebiasaan setempat. Bagi perangkat lunak, perbedaan ini penting karena satu templat tampilan tidak mungkin benar untuk semua negara. Templat yang mengasumsikan nama jalan ada di baris pertama akan menaruh nama negara di tempat yang salah ketika penggunanya menulis alamat Jepang.
Yang perlu dipegang adalah pemisahan antara data dan tampilan. Data alamat disimpan per bidang dengan makna yang jelas, sedangkan urutan baris hanya urusan saat alamat ditampilkan atau dicetak.
Dari besar ke kecil atau dari kecil ke besar
Tabel berikut memperlihatkan dua kutub kebiasaan yang paling umum.
| Kutub | Urutan yang lazim | Wilayah contoh |
|---|---|---|
| Besar ke kecil | Wilayah, kota atau distrik, jalan, nomor bangunan | Asia Timur |
| Kecil ke besar | Nomor bangunan, jalan, kota, wilayah, kode pos | Eropa, Amerika, Australia |
Kutub ketiga adalah kebiasaan yang menaruh kode pos sebelum kota, dan itu pun berbeda antarnegara. Karena itu menyusun satu templat dengan urutan tetap untuk seluruh dunia hampir selalu berakhir dengan pengecualian demi pengecualian. Lebih baik menyimpan bidang-bidangnya secara terpisah, lalu memilih susunan tampilan berdasarkan negara.
Salah satu contoh kebiasaan setempat bisa dilihat pada halaman negara Jepang di situs ini, yang memperlihatkan bagaimana alamat di sana disusun dari wilayah terluas sampai nomor bangunan.
Bagaimana alamat ditulis dalam bahasa lokal?
Alamat di banyak negara ditulis dalam bahasa resmi setempat, dan penerjemahan penuh justru membuatnya tidak dapat dipakai kurir. Nama jalan di Munich, misalnya, tetap ditulis dalam bentuk aslinya meski surat dikirim dari luar Jerman. Karena itu sistem yang baik menyimpan nama tempat apa adanya.
Sejalan dengan itu, sebagian negara meminta bentuk alih aksara untuk keperluan internasional, terutama negara dengan aksara non-Latin. Ada dua bentuk yang sering hidup berdampingan: bentuk asli untuk pengiriman dalam negeri dan bentuk huruf Latin untuk lalu lintas lintas negara. Menyimpan keduanya sebagai bidang terpisah jauh lebih baik daripada memaksa salah satunya.
Yang perlu dihindari adalah mengubah huruf berdiakritik menjadi huruf biasa tanpa memberi tahu pengguna. Perubahan itu tampak tidak berbahaya, tetapi mempersulit pencocokan dengan basis data resmi negara tersebut.
Apakah nama kolom yang sama selalu berarti hal yang sama?
Sering tidak. Kata yang diterjemahkan sebagai provinsi di satu negara bisa berarti tingkat wilayah yang berbeda di negara lain. Jepang punya prefektur, Amerika Serikat punya negara bagian, Uni Emirat Arab punya emirat, dan sebagian negara tidak menulis tingkat wilayah itu sama sekali pada alamat pos.
Karena itu menamai satu kolom dengan istilah khas satu negara adalah keputusan yang mahal untuk diubah nanti. Nama yang netral seperti wilayah tingkat pertama lebih aman, dengan penjelasan per negara di antarmuka pengguna. Bila kolom itu juga dipakai untuk memilih nilai, sumber datanya harus mengikuti pembagian wilayah yang berlaku di negara tersebut, bukan daftar wilayah negara asal aplikasi.
Pembahasan lebih teknis tentang kode wilayah ada di panduan kode negara dan kode wilayah, sedangkan kasus khusus Amerika Serikat dibahas di struktur alamat Amerika Serikat.
Yang berubah saat surat menyeberangi perbatasan
Pada surat internasional, nama negara tujuan secara tradisi ditulis di baris terakhir, dan itu membantu petugas pos mengenali tujuan tanpa membaca seluruh alamat. Beberapa negara juga meminta nama negara ditulis dengan huruf besar agar menonjol, meski ini kebiasaan, bukan kewajiban universal.
Selain itu muncul kebutuhan baru: penulisan kode pos negara asal pada saat pengiriman, penyebutan nomor telepon penerima untuk keperluan pemberitahuan, dan pencantuman nama negara dalam dua bahasa. Semua tambahan itu adalah informasi pengiriman, bukan bagian dari alamat tempat tinggal. Mencampurkannya ke dalam bidang alamat membuat data kotor, karena keterangan seperti instruksi pengiriman berubah sesuai cara pengiriman yang dipilih.
Konsekuensinya bagi data adalah kebutuhan membedakan keterangan yang melekat pada tempat dan keterangan yang melekat pada pengiriman. Nama jalan dan kota termasuk kelompok pertama, sedangkan instruksi penyerahan, nomor kontak penerima, serta pilihan layanan termasuk kelompok kedua. Mencampur keduanya pada satu kolom membuat data tidak dapat dipakai ulang ketika cara pengirimannya berubah, dan menyulitkan pencarian ketika ada paket yang perlu ditelusuri.
Catatan untuk pengembang: satu kolom, satu makna
Rancang bidang alamat berdasarkan maknanya, bukan berdasarkan urutan tampilannya. Sebuah bidang menyimpan satu jenis informasi, dan urutan baris ditentukan saat render. Dengan cara itu, menambah dukungan negara baru berarti menambah konfigurasi susunan, bukan menulis ulang basis data.
Jangan memakai nama bidang yang menyiratkan satu negara tertentu untuk data seluruh dunia. Sediakan bidang yang dapat kosong dengan jelas, karena banyak negara memang tidak menulis tingkat wilayah pada alamat pos. Bila bidang itu wajib diisi untuk semua negara, pengguna akan mengisi sesuatu yang salah, dan data itu akan tampak sah bagi sistem.
Susun kasus uji dengan alamat dari setidaknya dua kutub urutan, satu negara beraksara non-Latin, dan satu negara tanpa tingkat wilayah pada alamat. Periksa apakah alamat itu tetap terbaca saat dicetak pada label kecil dan saat ditampilkan pada layar sempit.
Langkah berikutnya
Tinjau satu formulir alamat yang Anda miliki, lalu tanyakan untuk setiap bidang apakah maknanya masih masuk akal bagi pengguna dari negara lain. Sebagai bahan uji, buka generator alamat, hasilkan alamat dari beberapa negara dengan kebiasaan penulisan berbeda, lalu bandingkan tampilannya di aplikasi Anda.