Riwayat pendidikan gelar adalah bagian catatan karier yang tampak paling sederhana, tetapi justru paling sering menimbulkan ketidaksesuaian ketika catatan dipindahkan antarnegara. Isinya biasanya hanya empat hal: nama institusi, jenjang atau gelar, bidang studi, dan rentang tahun. Halaman ini menjelaskan susunan bidang yang lazim, perbedaan antara gelar dan jenjang, alasan nama bidang sulit dibandingkan, serta rentang tahun yang masuk akal.
Apa saja bidang yang biasanya ada di satu catatan pendidikan?
Satu catatan pendidikan jarang berdiri sendiri; ia selalu tersusun dari beberapa bagian yang saling mengikat. Tabel berikut merangkum bagian yang paling sering muncul beserta kaitannya.
| Bagian | Isi | Terikat pada |
|---|---|---|
| Institusi | Nama sekolah atau perguruan tinggi | Kebiasaan penulisan nama di negaranya |
| Jenjang | Gelar atau tingkat pendidikan | Sistem pendidikan yang berlaku di negaranya |
| Bidang | Jurusan atau program studi | Penamaan program di institusi tersebut |
| Tahun masuk | Tahun mulai menempuh | Usia minimum yang wajar |
| Tahun kelulusan | Tahun menyelesaikan | Tidak boleh melewati tahun berjalan |
| Keterangan | Catatan tambahan bila perlu | Tidak menggantikan tahun |
Susunan empat bagian pertama cukup stabil di banyak tempat, dan itulah yang membuat struktur ini layak dipakai sebagai dasar pengujian. Yang berubah-ubah justru isinya, karena setiap negara punya cara sendiri dalam menamai dan mengelompokkan pendidikan.
Apakah gelar dan jenjang pendidikan itu sama?
Tidak selalu, dan menyamakan keduanya adalah sumber kekacauan yang paling sering muncul. Sebagian negara mengenal tingkatan gelar yang jelas, misalnya gelar sarjana, magister, dan doktor. Sebagian negara lain lebih sering memakai tingkatan pendidikan atau tingkatan kualifikasi yang diatur oleh lembaga resmi. Kedua cara itu tidak bisa dipetakan satu lawan satu.
Akibatnya, membandingkan dua catatan dari dua negara dengan menyamakan teks jenjangnya akan menghasilkan kesimpulan yang keliru. Yang lebih aman adalah menyimpan jenjang sebagaimana dinyatakan oleh catatan aslinya, lalu menyimpan hasil pemadanan ke tingkatan yang seragam di bidang terpisah. Cara ini menjaga kejujuran catatan sekaligus memungkinkan penyaringan yang masuk akal.
Perlu diingat pula bahwa catatan pendidikan hanyalah keterangan tentang apa yang pernah ditempuh seseorang. Ia tidak dengan sendirinya menunjukkan kemampuan, dan tidak seharusnya dipakai sebagai satu-satunya dasar untuk menyimpulkan mutu kerja seseorang.
Mengapa nama bidang studi sulit dibandingkan?
Nama program studi adalah bidang yang paling sulit dicocokkan antarnegara, karena penamaannya ditentukan oleh institusi, bukan oleh satu standar global. Satu bidang studi yang isinya hampir sama bisa punya nama yang berbeda di dua negara, bahkan berbeda di dua institusi dalam satu negara. Sebaliknya, satu nama yang sama bisa menunjuk program yang isinya berbeda.
Menambahkan lapisan bahasa membuat masalahnya bertambah. Terjemahan yang tampak paling dekat sering hanya menangkap sebagian makna, sehingga dua program yang sebenarnya berbeda tampak identik di layar. Untuk keperluan pengujian, keadaan itu justru berguna, karena memaksa sistem membedakan antara kecocokan teks dan kecocokan makna.
Ada dua kebiasaan yang membantu. Pertama, simpan nama bidang dalam bahasa aslinya bersama versi terjemahannya, bukan memilih salah satu. Kedua, jangan memakai perbandingan teks sebagai satu-satunya dasar pengelompokan, karena satu program bisa ditulis dengan beberapa cara yang semuanya sah.
Bagaimana menulis nama institusi dan masalah alih aksara?
Nama institusi membawa persoalan tersendiri ketika ditulis dengan huruf yang berbeda. Alih aksara dari satu sistem tulisan ke sistem tulisan lain bisa menghasilkan beberapa bentuk yang semuanya dapat diterima, sehingga satu institusi yang sama bisa muncul dengan beberapa penulisan. Sistem yang membandingkan secara harfiah akan menganggapnya sebagai beberapa institusi yang berbeda.
Selain itu, sebagian institusi memakai singkatan resmi yang hanya dikenali di negaranya, sementara sebagian lain memakai nama yang cukup panjang. Keduanya perlu ditangani tanpa memaksa pengguna memilih bentuk tertentu. Yang paling praktis adalah menyimpan bentuk yang ditulis pengguna aslinya, disertai bentuk normalisasi untuk keperluan pencocokan.
Ada satu hal yang sebaiknya dihindari: menyimpulkan mutu atau peringkat sebuah institusi dari namanya saja. Penilaian semacam itu tidak bisa dipertanggungjawabkan, dan untuk keperluan pengujian sama sekali tidak diperlukan.
Rentang tahun yang masuk akal
Tahun pada catatan pendidikan mengikuti aturan yang sederhana namun tegas. Tahun masuk harus jatuh setelah usia minimum yang wajar untuk jenjang tersebut. Tahun kelulusan tidak boleh lebih awal daripada tahun masuk, dan tidak boleh melewati tahun berjalan, karena tidak ada yang lulus di masa depan.
Bila catatan memuat lebih dari satu jenjang, urutannya harus naik dan tidak bertabrakan. Jenjang yang lebih tinggi tidak mungkin diselesaikan sebelum jenjang di bawahnya dimulai. Selain itu, pekerjaan pertama tidak boleh dimulai sebelum kelulusan, sehingga tahun kelulusan dan tahun mulai bekerja adalah pasangan yang harus selalu diperiksa bersama, seperti diuraikan pada aturan linimasa riwayat karier.
Perlu ditegaskan bahwa rentang tahun yang wajar hanya soal urutan logis. Usia masuk, lama menempuh, dan aturan pendidikan setiap negara berbeda-beda, sehingga halaman ini tidak menetapkan angka apa pun untuk hal-hal itu.
Untuk pengembang: bidang pendidikan dan pemeriksaannya
Keputusan pertama adalah memisahkan bidang yang ditulis pengguna dari bidang yang dihitung sistem. Nama institusi dan nama bidang studi termasuk jenis pertama, sedangkan selisih tahun dan penanda kesesuaian termasuk jenis kedua. Mencampur keduanya membuat hasil pengujian sulit dipertanggungjawabkan.
Keputusan kedua adalah menyusun pemeriksaan dalam dua lapisan. Lapisan pertama memeriksa bentuk per bidang, misalnya apakah tahun memang berupa tahun dan bukan teks bebas. Lapisan kedua memeriksa hubungan antar bidang, misalnya apakah kelulusan jatuh setelah masuk dan sebelum pekerjaan pertama dimulai. Pemeriksaan lapisan kedua hanya bisa berjalan setelah seluruh catatan tersusun.
Keputusan ketiga adalah menyiapkan contoh yang memaksa sistem memutuskan. Siapkan catatan dengan dua jenjang, catatan dengan satu jenjang saja, catatan tanpa bidang studi, serta catatan yang bidang studinya ditulis memakai huruf berbeda. Setiap contoh menguji jalur yang berbeda, dan kombinasi itulah yang biasanya menemukan masalah lebih awal.
Keputusan keempat adalah menyimpan asal setiap nilai. Bila sebuah jenjang sudah dipadankan ke tingkatan seragam, simpan penanda bahwa nilai itu hasil pemadanan. Tanpa penanda itu, tim yang membaca catatan beberapa bulan kemudian tidak akan tahu mana yang ditulis pengguna dan mana yang dihitung sistem. Bidang lain yang punya sifat serupa, yaitu nilai yang hanya berarti bersama bidang pendampingnya, dibahas pada penulisan gaji, mata uang dan periode.
Langkah berikutnya
Mulailah dengan memeriksa satu catatan pendidikan di lingkungan uji Anda, khususnya apakah tahun kelulusan selalu jatuh sebelum pekerjaan pertama dimulai. Sesudah itu, susun satu catatan uji yang memuat dua jenjang dengan kunci tetap melalui generator CV dan data pekerjaan, lalu lihat apakah layar ringkasan menampilkan jenjang tertinggi dengan benar. Bila Anda perlu menambahkan konteks lain pada catatan yang sama, data karier pengujian menjelaskan peran bidang pendidikan di dalam satu catatan yang utuh.
Nama institusi dan jenjang yang muncul sebagai contoh di halaman ini hanyalah nilai pengisi untuk keperluan pengujian dan bukan bukti pendidikan siapa pun. Seluruh isi disusun secara algoritmik untuk pengujian perangkat lunak, demo formulir, dan pengisian data.