Keterampilan klasifikasi tingkat adalah cara menuliskan kemampuan seseorang di dalam catatan karier, dimulai dari pengelompokan jenis kemampuan, lalu diikuti keterangan seberapa jauh kemampuan itu sudah dikuasai. Cara penulisannya menentukan apakah catatan itu berguna untuk penyaringan atau justru menimbulkan klaim yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Halaman ini menjelaskan pengelompokan yang lazim, perbedaan antara tingkat yang diisi sendiri dan bukti yang bisa diverifikasi, serta cara menyusun bidangnya.
Bagaimana tingkat keterampilan ditulis tanpa melebih-lebihkan?
Masalah utamanya bukan pada kata yang dipilih, melainkan pada ketiadaan ukuran bersama. Kata seperti pemula, menengah, dan mahir tidak punya arti yang tetap; artinya ditentukan oleh organisasi atau standar yang memakainya. Selama standar itu tidak disebutkan, keterangan tingkat hanya bisa dibaca sebagai pernyataan pribadi, bukan sebagai fakta yang bisa dibandingkan.
Kebiasaan yang lebih aman adalah menuliskan tingkat bersama sumbernya. Bila tingkat itu berasal dari penilaian diri, tuliskan bahwa itu penilaian diri. Bila berasal dari ujian atau sertifikasi, tuliskan nama lembaga yang mengeluarkannya. Bila berasal dari pengalaman kerja, tuliskan konteksnya, misalnya berapa lama dan dalam peran apa. Dengan begitu, pembaca tahu seberapa jauh keterangan itu bisa diandalkan.
Yang sebaiknya dihindari adalah menaikkan tingkat tanpa dasar, misalnya menulis tingkat tertinggi untuk kemampuan yang belum pernah dipakai di pekerjaan nyata. Klaim berlebihan tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merusak kegunaan penyaringan, karena catatan yang semuanya tinggi membuat penyaringan kehilangan daya beda.
Apakah tingkat yang diisi sendiri sama dengan sertifikat?
Tidak, dan keduanya tidak bisa saling menggantikan. Tingkat yang diisi sendiri adalah pernyataan tentang persepsi pemiliknya, sedangkan sertifikat adalah bukti yang diterbitkan pihak lain dengan aturan yang bisa diperiksa. Keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda.
Karena itu, menyimpannya sebagai dua bidang yang terpisah jauh lebih berguna daripada menggabungkannya. Satu kemampuan bisa punya tingkat yang diisi sendiri tanpa sertifikat apa pun, dan satu sertifikat bisa ada tanpa keterangan tingkat. Bila keduanya digabung menjadi satu teks, sistem tidak akan pernah bisa membedakan antara klaim dan bukti.
Perbedaan yang sama berlaku saat menuliskan kredensial profesional, di mana nama lembaga penerbit menjadi bagian yang wajib ada. Uraian mengenai hal itu ada pada pencatatan lisensi dan sertifikasi.
Keterampilan terbagi menjadi beberapa kelompok apa saja?
Pengelompokan membantu karena beberapa jenis kemampuan memang tidak bisa diukur dengan cara yang sama. Tabel berikut merangkum kelompok yang paling sering dipakai beserta bentuk keterangan yang cocok untuk masing-masing.
| Kelompok | Contoh isi | Bentuk keterangan yang cocok |
|---|---|---|
| Bahasa | Kemampuan membaca, menulis, berbicara | Tingkat penguasaan yang merujuk kerangka umum |
| Teknis dan alat | Perangkat, bahasa pemrograman, sistem | Tingkat yang diisi sendiri atau hasil ujian |
| Keahlian industri | Pengetahuan khusus sebuah sektor | Sertifikasi atau pengalaman peran |
| Umum | Komunikasi, kerja sama, pengelolaan waktu | Keterangan naratif, bukan angka |
| Manajerial | Memimpin tim, mengelola anggaran | Keterangan peran dan cakupannya |
Menggabungkan semua kelompok ke dalam satu daftar datar membuat hasilnya tidak terbaca, karena pembaca tidak bisa tahu mana yang diukur dengan ujian dan mana yang sekadar disebutkan. Memisahkan kelompok juga mempermudah pemeriksaan, karena setiap kelompok punya bentuk keterangan yang berbeda.
Pemisahan kelompok juga membantu ketika sebuah catatan harus dibandingkan dengan persyaratan pekerjaan. Persyaratan biasanya menyebut kelompok tertentu secara khusus, misalnya kemampuan berbahasa atau penguasaan alat tertentu, sehingga daftar yang sudah terkelompok bisa langsung dicocokkan. Sebaliknya, daftar yang tercampur memaksa pembaca menebak kelompok setiap butir sebelum bisa menilai kecocokannya.
Mengapa kata menengah berarti berbeda di tiap perusahaan?
Kata itu berarti berbeda karena setiap organisasi menyusun tangga kemampuannya sendiri, sesuai dengan jenis pekerjaan yang dijalankannya. Pada satu organisasi, tingkat menengah bisa berarti sudah bisa bekerja tanpa pengawasan. Pada organisasi lain, kata yang sama bisa berarti sudah mulai membimbing orang lain. Kedua pemakaian itu sah, dan tidak ada yang bisa mengklaim bahwa salah satunya yang benar.
Akibat praktisnya, membandingkan tingkat antarorganisasi hanya masuk akal bila ada standar yang dipakai bersama. Bila standar itu tidak ada, yang tersisa hanyalah perbandingan antar-organisasi yang rapuh. Karena itu, banyak sistem memilih menyimpan tingkat sebagai salah satu dari beberapa nilai tetap, lalu menyimpan penjelasan tambahan di bidang naratif.
Satu hal yang sering luput adalah sifat tingkat yang bisa berubah tanpa ada perubahan pada kemampuan. Ketika standar internal sebuah organisasi diperbarui, catatan lama tetap memuat tingkat lama. Tanpa keterangan waktu, catatan itu akan terbaca sebagai penurunan atau kenaikan yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Persoalan sinonim pada label keterampilan
Nama satu kemampuan sering ditulis dengan beberapa cara yang semuanya sah. Ada singkatan dan ada bentuk lengkap. Ada istilah yang dipungut dari bahasa lain dan ada padanannya. Ada juga perbedaan ejaan kecil yang muncul dari kebiasaan penulisan.
Bila perbedaan itu tidak ditangani, pencarian akan melewatkan catatan yang sebenarnya cocok. Sebaliknya, bila perbedaan itu disatukan terlalu agresif, dua kemampuan yang berbeda bisa dianggap sama, dan penyaringan menjadi tidak bisa dipercaya. Jalan tengahnya adalah menyimpan bentuk asli sebagaimana ditulis pengguna, lalu menambahkan bentuk normalisasi untuk keperluan pencocokan.
Perlu diingat bahwa normalisasi sebaiknya tidak mengubah data yang ditampilkan. Pengguna tetap melihat apa yang ia tulis, sementara sistem memakai bentuk normalisasi hanya untuk mencari.
Untuk pengembang: struktur bidang dan normalisasinya
Susun bidang keterampilan sebagai daftar, bukan satu kolom teks yang panjang. Satu kemampuan satu entri, dan setiap entri menyimpan nama, kelompok, bentuk normalisasi, sumber tingkat, serta waktu pencatatan. Susunan ini membuat pencarian dan penelusuran menjadi jauh lebih sederhana.
Pisahkan pemeriksaan bentuk dari pemeriksaan hubungan. Pemeriksaan bentuk berjalan per entri, misalnya memastikan nama tidak kosong. Pemeriksaan hubungan hanya bisa berjalan setelah seluruh catatan tersedia, misalnya memastikan keterampilan yang dicantumkan masuk akal untuk jabatan dan industrinya. Waktu pengujiannya berbeda, dan pesan kesalahannya juga harus berbeda.
Siapkan contoh yang memaksa sistem memutuskan. Siapkan catatan dengan satu kelompok saja, catatan dengan kemampuan yang ditulis dalam dua bahasa, catatan dengan singkatan, serta catatan dengan tingkat yang bersumber dari dua cara berbeda. Kombinasi contoh itu akan menemukan masalah jauh lebih awal daripada menguji satu catatan yang tampak rapi.
Terakhir, ingat bahwa daftar kemampuan bukan pengganti riwayat pekerjaan. Kemampuan menjelaskan apa yang bisa dikerjakan, sedangkan riwayat pekerjaan menjelaskan di mana hal itu sudah dipakai. Keduanya berfungsi bersama, dan kaitannya dengan jenis pekerjaan dijelaskan pada jabatan industri.
Langkah berikutnya
Periksa satu catatan karier di lingkungan uji Anda, lalu pastikan tingkat kemampuan tidak digabung dengan nama kemampuannya di kolom yang sama. Sesudah itu, susun satu catatan uji dengan kunci tetap melalui generator CV dan data pekerjaan yang memuat beberapa kelompok kemampuan sekaligus, agar pencarian Anda diuji pada singkatan dan bentuk lengkap. Bila catatan itu perlu digabungkan dengan bidang pendidikan, riwayat pendidikan gelar menjelaskan hubungan antar bidangnya.
Tingkat dan label kemampuan yang muncul sebagai contoh di halaman ini hanya dipakai untuk keperluan demo dan pengujian perangkat lunak. Tidak ada satu pun yang merupakan penilaian atas kemampuan orang tertentu, dan seluruh isinya disusun secara algoritmik.