Menu

Format alamat menurut negara dan cara mengujinya

Format alamat menurut negara berbeda pada urutan, kode pos, dan bidang wajibnya. Pahami polanya agar formulir lintas negara Anda teruji dengan benar.

Diterbitkan

  • data uji
  • alamat
  • internasional

Format alamat menurut negara tidak bisa diseragamkan begitu saja, karena setiap negara menyusun lapisannya menurut kebiasaan pos dan pembagian wilayahnya sendiri. Perbedaan itu muncul pada urutan penulisan, pada bentuk kode pos, pada jumlah lapisan administrasi, dan pada bidang yang di satu negara wajib diisi tetapi di negara lain tidak ada sama sekali. Uraian berikut menjelaskan pola perbedaan itu, mengapa pendekatan baris alamat bertingkat menjadi kompromi yang mahal, dan bagaimana merancang model bidang yang benar-benar dapat diuji untuk banyak negara sekaligus.

Urutan penulisan dari besar ke kecil dan sebaliknya

Sebagian negara menulis alamat dari satuan terkecil menuju terbesar. Nama penerima dan nomor rumah muncul lebih dahulu, lalu nama jalan, kemudian kota, wilayah, kode pos, dan nama negara di baris terakhir. Kebiasaan ini lazim di banyak negara Eropa dan di Amerika Serikat, dan bagi petugas pos ia memberi rute yang jelas mulai dari pintu rumah sampai ke wilayah yang lebih luas.

Sebagian negara lain menulis dengan urutan sebaliknya. Alamat di Jepang dimulai dari wilayah terbesar dan berakhir pada nomor bangunan, sehingga pembacaannya berjalan dari umum ke khusus. Cara ini masuk akal bagi sistem pendataan wilayah di negara tersebut, tetapi membingungkan bagi pengirim dari luar yang terbiasa dengan urutan sebaliknya. Beberapa negara lain memakai urutan campuran yang berbeda lagi, dan sebagian formulir resmi di satu negara memakai urutan yang berbeda dari sampul kirimannya.

Bagi pengembang, perbedaan ini berarti urutan tampilan tidak boleh dipakai sebagai urutan penyimpanan. Simpan setiap lapisan sebagai bidang tersendiri, lalu susun tampilannya menurut negara yang dipilih. Perbandingan pola antarnegara secara lebih rinci ada pada panduan format alamat internasional, dan perbandingan itu berguna ketika Anda perlu memutuskan lapisan mana yang perlu dipisahkan sejak awal.

Bentuk kode pos yang berbeda-beda

Kode pos adalah bidang yang paling sering dianggap seragam padahal tidak. Sebagian negara memakai lima digit angka, sebagian memakai empat digit, dan sebagian memakai enam digit. Sebagian lagi memakai campuran huruf dan angka dengan pola yang tetap, misalnya huruf di posisi tertentu dan angka di posisi lain. Ada pula negara yang tidak memakai kode pos sama sekali, sehingga kolomnya harus dapat dikosongkan tanpa membuat validasi gagal.

Perbedaan panjang itu menimbulkan dua masalah praktis. Yang pertama adalah penyimpanan: kode pos yang disimpan sebagai bilangan akan kehilangan angka nol di depan, dan kode pos yang memuat huruf tidak dapat disimpan sebagai bilangan sama sekali. Yang kedua adalah pemeriksaan: aturan yang menuntut panjang tertentu akan menolak seluruh negara yang bentuknya berbeda, dan aturan itu sering ditulis ketika produk baru melayani satu negara lalu tidak pernah ditinjau ulang.

Pengujian yang berguna adalah pengujian per negara, bukan pengujian satu aturan untuk semuanya. Siapkan satu contoh yang sah dan satu contoh yang salah untuk setiap bentuk kode pos yang Anda layani, lalu tambahkan satu kasus negara tanpa kode pos. Rangkuman bentuk kode pos di banyak negara ada pada format kode pos menurut negara.

Bidang yang wajib di satu negara dan tidak ada di negara lain

Bidang wilayah adalah contoh yang paling jelas. Amerika Serikat memakai singkatan negara bagian dua huruf, Kanada memakai singkatan provinsi, Turki memakai provinsi beserta daerah di bawahnya, dan Jepang memakai lapisan yang lebih dalam lagi. Sebagian negara tidak memakai lapisan wilayah sama sekali dalam alamat pos, sehingga kolomnya sebaiknya tidak ditampilkan daripada ditampilkan sebagai kolom wajib yang selalu kosong.

Bidang nomor unit juga berbeda. Sebagian negara memakainya secara luas, sebagian hanya memakainya pada bangunan besar, dan sebagian lagi memakai penanda yang berbeda-beda untuk hal yang sama. Formulir yang memaksa pengguna memilih salah satu penanda akan menolak catatan yang sah, sementara formulir yang menyediakan teks bebas akan menerima apa pun termasuk nilai yang keliru.

Pola yang paling aman adalah menyediakan bidang yang luas untuk nilai, disertai aturan pemeriksaan menurut negara yang dipilih. Bidang wajib ditentukan per negara, bukan secara global. Cara memutuskan negara mana yang perlu dilayani secara penuh dan mana yang cukup dengan bentuk sederhana dibahas pada memilih negara untuk data uji.

Mengapa baris alamat bertingkat menjadi kompromi?

Karena ia menyelesaikan masalah tampilan dengan mengorbankan kemampuan sistem untuk memahami isinya. Pendekatan ini memberi pengguna dua atau tiga baris teks bebas, dan pengguna menuliskan alamatnya menurut kebiasaan negaranya. Bagi pengguna, pendekatan ini terasa nyaman karena tidak memaksa mereka memetakan alamat ke kolom yang tidak dikenal.

Bagi sistem, pendekatan ini mahal. Alamat yang tersimpan sebagai teks bebas tidak dapat diperiksa kecocokannya antar lapisan, tidak dapat disaring menurut wilayah, dan tidak dapat dicocokkan dengan daftar wilayah yang resmi. Ketika perusahaan kemudian ingin menghitung pengiriman menurut provinsi atau memeriksa apakah kode posnya cocok dengan kotanya, seluruh pekerjaan itu harus dimulai dari penguraian teks yang rapuh.

Kompromi yang lazim dipakai adalah menyediakan baris bebas untuk keterangan yang tidak terduga, sambil tetap meminta bidang terstruktur untuk lapisan yang penting. Dengan begitu, pengguna yang alamatnya tidak lazim tetap dapat menyelesaikannya, sementara sistem tetap mendapat data yang dapat diperiksa. Pola ini menuntut keputusan yang sadar tentang lapisan mana yang dianggap penting, dan keputusan itu berbeda-beda menurut negara tujuan.

Bagaimana merancang model bidang untuk banyak negara?

Mulailah dari satu himpunan bidang yang berlaku umum, misalnya nama penerima, baris jalan, kota, wilayah, kode pos, dan negara. Tambahkan bidang khusus menurut negara hanya ketika ada kebutuhan nyata, dan tandai bidang itu sebagai pilihan yang hanya muncul untuk negara tertentu. Hindari menambahkan bidang baru untuk setiap negara hanya karena kebetulan ada satu kasus.

Selanjutnya, pisahkan tiga hal yang sering tercampur: nilai yang disimpan, aturan yang diperiksa, dan bentuk yang ditampilkan. Nilai yang disimpan sebaiknya memakai bentuk yang konsisten, aturan yang diperiksa ditentukan per negara, dan bentuk tampilan mengikuti kebiasaan negara yang dipilih. Pemisahan ini membuat Anda dapat mengubah tampilan tanpa menyentuh data, dan mengubah aturan tanpa menyentuh tampilan.

Uji model itu dengan skenario lintas negara, karena sebagian besar kesalahan baru muncul ketika dua negara bertemu dalam satu alur. Contoh skenario seperti pengiriman dari satu negara ke negara lain, pembeli dan penerima yang berbeda negara, serta alamat penagihan yang berbeda dari alamat pengiriman, semuanya dibahas pada skenario alamat lintas batas. Untuk mengisinya, generator alamat di situs ini dapat menghasilkan catatan menurut negara pilihan Anda.

Menjaga data negara tetap segar dan terpercaya

Daftar wilayah, kode pos, dan bentuk nomor berubah dari waktu ke waktu. Provinsi dimekarkan, kode pos ditambah, dan aturan penulisan diperbarui. Karena itu, data rujukan perlu sumber yang jelas dan tanggal pembaruan yang tercatat. Tanpa keduanya, tim tidak dapat mengetahui apakah sebuah kegagalan berasal dari kode atau dari daftar yang sudah basi.

Sumber yang paling dapat dipercaya adalah lembaga pos dan lembaga statistik negara bersangkutan, serta standar internasional untuk kode negara dan kode wilayah. Sebagian lembaga pos menerbitkan pedoman penulisan alamat untuk kiriman dari luar negeri, dan pedoman itu berguna sebagai rujukan urutan penulisan. Salah satu rujukan internasional untuk hal ini diterbitkan oleh lembaga pos sedunia.

Perlu diingat bahwa tidak ada satu daftar yang berlaku untuk semua keperluan. Keperluan pengiriman menuntut daftar kode pos yang mutakhir, sedangkan keperluan formulir pendaftaran biasanya cukup dengan daftar wilayah yang stabil. Tentukan keperluan Anda lebih dahulu, lalu pilih sumber yang sesuai. Prinsip pengelolaan ini diuraikan pada kesegaran dan sumber data negara.

Apakah satu formulir bisa melayani semua negara?

Bisa, tetapi hanya bila formulir itu dirancang dengan sadar untuk perbedaan, bukan dengan menganggap semua negara sama. Formulir yang memaksa setiap pengguna mengisi kolom negara bagian, kode pos lima digit, dan nomor telepon dengan panjang tetap akan bekerja dengan baik untuk sebagian pengguna dan gagal untuk sisanya. Kegagalan itu tidak selalu terlihat sebagai pesan kesalahan; sering kali ia hanya membuat sebagian pengguna berhenti di tengah jalan.

Jalan yang paling praktis adalah menyusun formulir dari komponen yang dipilih menurut negara: bidang yang muncul, aturan yang diperiksa, dan susunan tampilannya. Dengan begitu, satu formulir dapat melayani banyak negara tanpa harus ditulis ulang untuk masing-masingnya. Yang diperlukan hanyalah tabel pemetaan yang jelas dan pengujian yang mencakup setiap negara yang dilayani.

Untuk memeriksa hasilnya, bandingkan perilaku formulir pada beberapa negara yang polanya sengaja dipilih berbeda, misalnya satu negara dengan urutan kecil ke besar, satu negara dengan urutan besar ke kecil, dan satu negara tanpa kode pos. Contoh catatan untuk pola pertama tersedia pada generator alamat Amerika Serikat, sedangkan pola dengan lapisan administrasi yang dalam tersedia pada generator alamat Turki.

Menyusun daftar negara yang dilayani secara penuh

Tidak semua negara perlu dilayani dengan kedalaman yang sama. Sebagian negara menuntut bidang yang lengkap karena alurnya memang membutuhkannya, sedangkan sebagian lain cukup dengan bentuk sederhana. Memutuskan perbedaan itu secara sadar jauh lebih murah daripada menambahkan bidang sedikit demi sedikit setiap kali ada keluhan dari pengguna baru.

Susun daftar negara dalam tiga kelompok. Kelompok pertama dilayani penuh, lengkap dengan daftar wilayah, aturan kode pos, dan pemeriksaan silang antar bidang. Kelompok kedua dilayani cukup dengan bidang umum dan pemeriksaan panjang. Kelompok ketiga hanya memerlukan nama negara dan satu baris alamat bebas. Pengelompokan semacam ini menolong tim menentukan di mana usaha pengujian sebaiknya dipusatkan, dan menolong pula menjelaskan kepada pelanggan mengapa perilaku formulir berbeda antarnegara.

Setelah daftar itu tersusun, uji setiap kelompok dengan satu catatan yang sah dan satu catatan yang salah, lalu pastikan perilakunya sesuai dengan yang dijanjikan oleh kelompoknya. Kesalahan yang paling sering terjadi adalah formulir yang mengaku melayani penuh tetapi daftar wilayahnya tidak lengkap, sehingga pengguna dari daerah tertentu tidak dapat menyelesaikan pendaftaran sama sekali.

Ringkasan negara yang tersedia di situs ini memuat daftar negara beserta bidang yang disediakan untuk masing-masingnya, dan ringkasan itu dapat dipakai sebagai titik awal ketika Anda menyusun pengelompokan sendiri.

Langkah berikutnya

Susun dahulu daftar negara yang benar-benar Anda layani, lalu tetapkan untuk masing-masingnya lapisan apa yang wajib, bentuk kode posnya, dan urutan tampilannya. Sesudah itu, uji setiap negara dengan satu catatan yang sah dan satu catatan yang salah, dan pastikan pesan kesalahannya menyebut bidang yang perlu diperbaiki.

Akhirnya, ingat sifat datanya. Seluruh catatan alamat dari situs ini adalah data sintetis untuk menguji perangkat lunak, formulir, dan lingkungan staging milik Anda sendiri. Bentuk setiap bidang mengikuti kebiasaan negaranya agar pengujian Anda jujur, tetapi tidak ada catatan yang menunjuk orang, bangunan, atau lembaga yang sungguh ada, dan tidak satu pun boleh dipakai untuk melewati pemeriksaan identitas atau alamat yang sebenarnya.

Lanjut membaca

Alat populer dan artikel cara pakai